NICHE IS NICE (TRIK MENENTUKAN NICHE atau CERUK PASAR YANG TEPAT)

menentukan niche
NICHE IS NICE (TRIK MENENTUKAN NICHE atau CERUK PASAR YANG TEPAT)

Setelah Anda memahami pentingnya target market sekarang saya ingin mengajak Anda untuk memahami bagaimana cara menentukan niche / ceruk pasar / Target Market jika dilihat dari sisi produk.

Target market adalah sekelompok orang yang menjadi sasaran penjualan produk Anda.

Target market bisa dilihat dari sisi karakteristik pelanggan Anda, orangnya, (Customer Persona : CUSTOMER PERSONA (MENENTUKAN TARGET MARKET ANDA) ), namun bisa juga dilihat dari sisi produk apa yang Anda pasarkan.

Dalam menentukan target market dikenal istilah NICHE (ceruk pasar) yang bisa diartikan suatu bagian pasar dari sebuah industri tertentu.

Dikatakan bagian karena biasanya seseorang akan kesulitan untuk memfokuskan energinya bila target marketnya terlalu luas. Apalagi saat Anda belum berpengalaman di dunia bisnis.

Mari kita ambil sebuah ilustrasi. Misalnya Anda tertarik menjual barang-barang dalam industri Fashion.

Industri Fashion itu luas sekali, banyak sekali produk yang termasuk ke dalam industri ini, contohnya : pakaian pria , pakaian wanita, pakaian anak-anak, aksesoris, sepatu, sandal, jaket, dan sebagainya.

Pakaian pria saja sudah banyak sekali macamnya, mulai T-shirt, kemeja, celana pendek, celana panjang, topi, jaket, vest, dasi, celana dan baju dalam, kaos kaki, baju olahraga, dan lain-lain.

Pakaian wanita ?? Apalagi …. =)

Oke karena saking luasnya jenis dan cakupan industri fashion ini, Anda disarankan memilih satu ceruk / bagian dari industri fashion, agar Anda fokus. Mulailah dengan beberapa item produk saja, jika sukses barulah anda kembangkan jumlah itemnya. Misalnya, Anda fokus di celana panjang jeans pria saja, T-shirt pria, atau jaket bomber pria. Atau bisa saja kemeja wanita, sepatu hak tinggi, dan sebagainya.

Cara seperti ini dikenal dengan NICHE MARKETING, jadi Anda hanya memasarkan suatu produk/jasa di suatu kebutuhan atau niche tertentu saja.

Sekarang, dalam benak Anda mungkin bertanya, “Jadi NICHE apa yang harus saya pilih ?” atau “Bagaimana sih menentukan NICHE yang tepat?”

Hal yang perlu Anda tentukan adalah industri apa yang ingin Anda jadikan sebagai fokus.

Jika Anda tertarik di dalam dunia FILM ANIME misalnya, Anda bisa mulai dengan berjualan kostum atau action figure, Anda juga bisa memilih untuk berjualan custom case untuk smartphone dengan gambar tokoh-tokoh ANIME.

Agar bisa lebih fokus lagi, saya sarankan pilih ANIME yang Anda sukai, pilih satu dulu saja. Misal : Naruto atau Dragon Ball.

Idenya luar biasa banyak. Sekali lagi saya ingin sampaikan kepada Anda dunia Internet marketing mampu membuka pintu penghasilan untuk sesuatu yang benar-benar Anda cintai.

Anda cinta mati pada PERSIB, REAL MADRID, ada barang-barang tentang klub-klub favorit Anda yang bisa dijual.

Anda suka sekali berkebun, Anda bisa berjualan bunga, sayur organik, dan sebagainya.

Pilihlah sesuatu yang Anda cintai dan sukai, maka energi Anda tidak akan ada habisnya, karena bekerja adalah bermain untuk Anda.

Seandainya Anda bingung, tidak tahu mulai dari mana ?

Berikut ini beberapa tempat di internet yang bisa Anda kunjungi untuk mencari ide NICHE / Produk yang bisa dijual.

  1. AMAZON BESTSELLER    :  https://www.amazon.com/Best-Sellers/zgbs
  2. TOKOPEDIA HOTLIST     :  https://www.tokopedia.com/hot
  3. ebay best seller              :  https://www.ebay.com/rpp/sales-events-en/GEO-2017-BS-eng
  4. Google shopping           :  https://www.google.com/shopping?hl=en
  5. clickbank                        :  https://accounts.clickbank.com/marketplace.htm

Dan masih banyak lagi tempat lainnya.

Dalam menentukan NICHE, para pemula seringkali berbuat kesalahan. Berikut ini kesalahan-kesalahan yang sering dibuat dalam menentukan NICHE :

1.  Menentukan NICHE yang menurut Anda paling banyak menghasilkan uang

Ada banyak NICHE yang memang banyak menghasilkan uang, seperti : bisnis internet, saham, forex, asuransi, atau weight loss.

Sayangnya kompetisinya juga biasanya banyak dan saat Anda baru mulai, banyak dari saingan Anda itu adalah para master.

Baca juga :   Tahukah Anda ? Ini Dia Cara Mencari Supplier Yang Baik

Anda harus memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk sukses di suatu bidang.

Jadi jangan langsung tiba-tiba terjun bebas begitu saja. Anda harus investasikan waktu, tenaga, dan biaya untuk belajar dulu tentang NICHE ini.

Cari ilmu dulu sebanyak-banyaknya, temukan mentor yang sudah lebih dulu sukses di bidang tersebut.

Baru pelan-pelan mulailah. Take your time, pelajari apa yang berhasil dan apa yang tidak.

2.  Menentukan NICHE yang sama sekali baru / asing bagi Anda

Pada suatu hari Anda bertemu dengan teman lama Anda, dia bercerita bahwa sekarang dia sukses dari bermain bitcoin (crypto currency). Mobilnya bagus, setelannya mentereng, rumahnya indah 7 lantai…. He he he

Dia pun mengajak Anda untuk juga join di bisnis ini.

Anda tergiur dan langsung terjun keesokan harinya tanpa persiapan, dengan tabungan seadanya.

Terasa familiar ???

Ya, karena ini memang seringkali terjadi. Terlepas apa jenis bisnis yang ditawarkan.

Bisa MLM, Facebook Ads, Saham, Forex dan lain sebagainya…

Segala hal yang baru perlu melalui masa belajar. Ada hal-hal yang harus Anda pelajari.

Ada hal-hal yang harus Anda persiapkan. Belajar… Belajar … Belajar , bekerja (praktek), dan introspeksi tentunya, ya cuma itu rahasianya.

Sekali lagi, Saya mau mengingatkan bahwa saat ini Anda tidak perlu takut tidak bisa menghasilkan uang.

Apa pun asalkan dilakukan dengan dedikasi dan hati bisa di-monetize (dijadikan uang) di masa ini.

Saya menyarankan Anda untuk mulai dari sesuatu yang Anda sukai, sesuatu yang Anda punya pengalamannya, atau Anda punya pengetahuan di situ.

3. Menentukan NICHE yang kompetisinya sangat kecil

Anda mungkin punya ide saat saya membahas poin yang pertama, jangan langsung terjun di NICHE yang banyak uang namun banyak kompetisinya.

Ya, sudah masuk saja NICHE yang kompetisinya kecil.

Eit, tunggu dulu. Sebuah NICHE yang kompetisinya kecil biasanya ada alasannya.

NICHE yang kecil kompetisinya kemungkinan ada karena NICHE itu perlu skill yang sangat-sangat tinggi, atau alasan yang lebih jelas adalah tidak ada uangnya.

Kecilnya kompetisi bisa disebabkan karena produknya jarang dibeli di online, prospeknya jelek,

Atau sedikit sekali yang membutuhkan produk atau jasa tersebut.

Untuk menimbulkan demand (permintaan) di sebuah pasar baru (produk baru), Anda butuh waktu untuk mengedukasi para calon pembeli Anda.

Edukasi butuh waktu, biaya, dan tenaga. Untuk pemula hal ini tidak disarankan.

Saran kami jangan takut dengan kompetisi.

Strategi dalam dunia online marketing adalah mendapatkan sedikit potongan kue (uang dari sebagian kecil) orang-orang yang berbelanja di internet.

Orang yang berbelanja di internet sangat banyak, dengan strategi dan trik bisnis online yang tepat, sebagian dari orang-orang itu akan berbelanja di toko Anda.

4. Menentukan NICHE yang di sesuatu yang banyak dicari, namun sifat produknya gratisan

Ada NICHE produk yang banyak dicari orang di mesin pencari seperti Google, namun para pencarinya tidak ingin membayar untuk mendapatkannya.

Misalnya : Plugin Firefox banyak dicari orang, namun itu memang gratis. Jadi Anda tidak punya pembeli di NICHE ini.

5.  Menentukan NICHE yang terlalu umum atau luas

NICHE yang terlalu umum atau luas membuat Anda jadi kehilangan fokus.

Personal Branding Anda atau perusahaan Anda jadi tidak jelas.

Misal kita ambil contoh saja fashion.

Item dalam Fashion sangat banyak macam dan jenisnya.

Satu jenis saja sudah bisa jadi satu perusahaan sendiri, mau contohnya  ?

Apa yang Anda ingat kalau Anda mendengar DAGADU atau C-59 ?

T-shirt.

Satu item T-shirt itu saja, variannya sudah banyak sekali, desainnya macam-macam.

Jadi bayangkan jika Anda memulai dengan toko sagala aya. Anda jualan kemeja, T-Shirt, topi, celana jeans, dan sebagainya.

Anda akan sangat kerepotan.

Saran kami fokuslah pada satu NICHE dulu, jualan, buat sistemnya (sewa karyawan), baru tambah varian produknya pelan-pelan secara bertahap.

Baca juga :   TARGET MARKET VS PRODUK

6. Menentukan NICHE dengan mencontoh guru / mentor Anda

Di poin sebelumnya, saya menyarankan Anda untuk meningkatkan ilmu terlebih dahulu sebelum terjun di suatu bisnis.

Pengetahuan bisa didapatkan lewat banyak cara. Salah satunya adalah dengan berguru atau memiliki mentor yang telah lebih dahulu sukses di bisnis tersebut.

Mereka biasanya bicara sesuai dengan pengalaman mereka jatuh bangun di bisnis itu.

Anda bisa mengambil insight (wawasan) mereka mengenai apa yang bisa bekerja dan apa yang akan gagal, dan mengapa gagal.

Proses belajar Anda akan jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan trial and error sendiri.

Tapi, Anda tidak bisa juga langsung hajar memilih NICHE yang sama dengan mereka.

Mereka biasanya telah membangun PERSONAL BRANDING dan AUTHORITY di bisnis mereka.

PERSONAL BRANDING dan AUTHORITY membuat pendapat mereka didengarkan orang-orang yang berkecimpung di bisnis yang sama dengan mereka.

Mereka dihormati dan dikagumi. Saat mereka berkata A, orang-orang mengganggap hal itu benar.

Jadi saat mereka mengeluarkan atau merekomendasikan suatu produk. Orang-orang akan berpendapat bahwa barang itu bagus, dan mereka ikut membelinya.

PERSONAL BRANDING dan AUTHORITY membutuhkan waktu dan dedikasi dalam membangunnya.

Mereka mungkin sudah menulis ratusan artikel, report, dan membuat berbagai karya di bidangnya.

Posisi START mereka dan Anda jauh berbeda.

Ada NICHE – NICHE yang akan lebih berhasil jika Anda punya PERSONAL BRANDING dan AUTHORITY di bidang tersebut.

Misalnya : dunia INTERNET MARKETING, Saat seorang Master di COPYWRITING dengan AUTHORITY (pengalaman di dunia marketing selama bertahun-tahun, menjadi juara dalam berbagai kontes marketing, memiliki follower ribuan, sering sekali mengeluarkan tips dan trik bisnis online “memelihara kolam-kolam ikannya dengan baik” ) mengeluarkan sebuah kursus COPYWRITING, tentu produknya akan laris manis.

Bandingkan jika Anda yang pemula di bidang COPYWRITING ikut-ikutan membuat produk yang serupa.

Terlepas dari produk Anda bagus atau tidak, Anda tidak punya nama besar di dunia ini.

Orang-orang tidak mengenal Anda dan kebanyakan tidak percaya dengan produk Anda, sehingga Anda pun gagal.

Seorang Mentor yang baik pastilah akan mengarahkan Anda ke suatu bisnis online yang tidak memerlukan AUTHORITY dan PERSONAL BRANDING untuk mulai menghasilkan uang, misalnya Dropshipping.

Mereka juga bisa saja akan menganjurkan Anda menempuh strategi yang berbeda untuk memperoleh penjualan, seperti dengan beriklan di Facebook Ads.

Atau mereka pastilah memberi arahan dan bimbingan kepada Anda tentang bagaimana caranya membangun AUTHORITY dan PERSONAL BRANDING di bidang Anda sendiri, sehingga Anda akan sukses di dunia Anda di masa mendatang.

STRATEGI YANG BAIK DALAM MENENTUKAN NICHE

Setelah memahami kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan dalam memilih NICHE, mari kita lihat bagaimana cara yang tepat dalam menentukan NICHE.

Kunci dalam menentukan NICHE adalah sebagai berikut :

1.  Anda memiliki minat dan pengetahuan dalam NICHE tersebut.

Saat Anda memiliki minat dan pengetahuan di sebuah Hal, Anda akan lebih cepat memahami apa saja produk atau jasa yang dibutuhkan NICHE itu.

Jika Anda suka sekali Naik sepeda motor atau melakukan touring, Anda akan memahami apa saja yang dibutuhkan orang-orang saat Touring.

Helm, Jaket, Jas hujan motor, perlengkapan motor, atau motornya bisa jadi pilihan Anda.

Saat Anda punya minat, Anda akan bersenang-senang saat mengerjakannya.

Minat membuat bisnis Anda “PUNYA HATI DAN JIWA”.

Dia tidak hanya mencari keuntungan, tapi juga berbagi dan memberi solusi.

Saat Anda punya minat, detik-detik tidak lagi terasa menjemukan, waktu bekerja selalu kurang.

Walaupun Anda tidak punya pengetahuan, Anda akan menginvestasikan waktu Anda dengan senang hati untuk belajar.

Anda dipenuhi rasa ingin tahu dan semangat untuk belajar hal yang baru.

Jika Anda punya pengetahuan dan pengalaman di suatu bidang, walaupun tanpa minat, Anda tetap akan memahami seluk-beluk di bidang itu.

Baca juga :   Apa itu Website, Domain, dan Hosting ? (bagian pertama)

Misalkan : Anda seorang pialang saham, Anda sebenarnya tidak punya minat di bidang itu, tapi Anda orang yang berdedikasi, profesional dan mau belajar. Anda sukses di saham.

Anda tentu bisa membagikan pengetahuan itu kepada banyak orang. Anda juga bisa menyediakan jasa sebagai manajer investasi. Anda bisa memahami kebutuhan orang-orang yang ingin belajar saham.

Anda juga bisa berjualan saat punya pengalaman dan pengetahuan.

Jika Anda punya minat dan pengetahuan, Anda akan mampu memahami kebutuhan NICHE Anda secara seksama.

Saat Anda tidak punya keduanya, Anda akan kebingungan untuk menentukan apa yang harus dijual, apa kebutuhan orang-orang di NICHE itu. Anda malas melakukan riset dan tidak punya energi untuk belajar.

2.  Di dalam NICHE itu ada komunitas buyer yang mau membeli barang-barang yang ada  kaitannya dengan NICHE itu.

Anda harus melakukan riset terlebih dahulu apakah ada komunitas pembeli di NICHE Anda tadi.

Caranya adalah dengan melakukan pencarian forum-forum dan grup yang berkaitan dengan NICHE Anda tersebut.

Misalnya : Anda ingin memilih Merchandise FC BARCELONA sebagai NICHE Anda,

Silakan ketikkan  +forum di mesin pencari Anda di belakang keyword NICHE Anda

FC BARCELONA +forum

Anda juga bisa mencarinya di Facebook, di kotak search / pencarian ketikkan FC BARCELONA, lalu lihatlah grup-grup / halaman-halaman yang ada hubungannya dengan FC BARCELONA

Perhatikan jumlah membernya, bergabunglah dengan grup-grup itu, amati apa yang mereka bahas.

Apa saja barang-barang yang dijual atau dicari di grup itu.

Jika jumlah anggota / membernya banyak maka jalan Anda sudah separuh benar.

Jika ada merchandise yang ditawarkan atau diperjualbelikan, maka jalan Anda tepat.

TRIK BISNIS ONLINE untuk menentukan NICHE

  1. Buatlah daftar hobi atau minat Anda. Pilih 10 lalu tentukan 3 teratas. contoh : minat saya : sepakbola, musik, dan NARUTO
  2. Buat daftar produk dan jasa yang Anda beli berkaitan dengan minat Anda. contoh : saya suka sepakbola, saya beli bola, jersey klub kesukaan saya, sepatu bola, kaos kaki bola, saya baca komik-komik bola, ikut ekskul bola, bergabung dengan akademi sepakbola, ikut coaching clinic, kursus kepelatihan sepakbola dan sebagainya
  3. Tuliskan pekerjaan dan pendidikan yang pernah Anda lakukan, baik yang formal maupun non-formal (kursus). Contoh : Saya seorang sarjana teknik kimia, saya pernah bekerja sebagai dosen statistika, saya pernah ikut kursus bahasa Inggris
  4. Tuliskan produk dan jasa yang pernah Anda pakai sesuai dengan pekerjaan dan pendidikan Anda. Contoh: Saya pernah menggunakan kalkulator teknik dan perangkat lunak perancangan alat-alat proses kimia saat melakukan tugas akhir, saya pernah membeli buku tentang statistika dasar sebagai bahan mengajar, saya pernah menggunakan jasa les conversation privat saat belajar bahasa Inggris.

Produk dan jasa yang ada hubungan dengan minat dan pengetahuan / pengalaman pekerjaan Anda dapat Anda gunakan untuk mencari ide-ide NICHE yang cocok dengan Anda.

Pilihlah 5 teratas dari daftar semua ide NICHE Anda, lalu tentukan apa alternatif bisnis online yang bisa Anda lakukan, misalnya :

  • Apakah Anda mau membuat toko online yang menjual peralatan olahraga sepakbola ?
  • Apakah Anda mau menjadi affiliate produk dan jasa yang berhubungan dengan dunia Fitness ?
  • Apakah Anda mau menulis review produk dan konten yang berhubungan dengan dunia pendidikan Bahasa Inggris di Indonesia ?

Selamat menemukan JODOH ANDA ya !!!

 

Sumber artikel :

BelajarBisnisInternet.com, SUKSES BERBISNIS DI INTERNET DALAM 29 HARI

 

download ebook videobook gratis

One thought on “NICHE IS NICE (TRIK MENENTUKAN NICHE atau CERUK PASAR YANG TEPAT)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>