3 Alasan Mengapa Anda Harus Menulis Artikel Blog Dengan Frekuensi Teratur

menulis artikel blog dengan frekuensi teratur
3 Alasan Mengapa Anda Harus Menulis Artikel Blog Dengan Frekuensi Teratur

Menulis artikel dengan frekuensi teratur adalah salah satu langkah utama yang harus Anda lakukan setelah Anda membuat blog sendiri dan mencari sumber inspirasi konten blog serta menentukan jenis konten blog yang Anda inginkan.

Penekanan dalam menulis artikel blog adalah keharusan bagi Anda untuk menulis dengan frekuensi yang teratur. Jangan sampai Anda hanya rajin menulis artikel di awal-awal saja, tapi setelah itu Anda tidak lagi menambah artikel-artikel baru bagi blog Anda.

Mengapa harus teratur? Setidaknya ada 3 alasan utama mengapa Anda harus menulis artikel dengan frekuensi teratur.

Alasan #1 : Menumbuhkan Loyalitas Pembaca

Loyalitas pembaca dibangun selain melalui konten-konten yang berkualitas, juga melalui pembaruan (update) konten-konten baru lain yang selain berkualitas juga lebih relevan dengan isu yang ada sekarang.

Seringkali Anda akan mendapati beberapa pembaca blog Anda seminggu sekali akan berkunjung ke blog Anda dan berharap akan mendapatkan bacaan baru yang segar dan berkualitas. Namun, apa yang terjadi jika blog Anda berhenti menulis artikel baru?

Lambat laun, blog Anda akan ditinggalkan pengunjung karena mereka akan merasa tidak lagi mendapat ilmu atau informasi baru yang segar dan berkualitas dari blog langganan mereka ini.

Solusinya tentu saja dengan menulis artikel baru yang bagus secara berkala.

Alasan #2 : Membantu Rangking SEO Blog

Rangking SEO sebuah blog, dinilai dari ratusan aspek. Salah satunya adalah freshness (kesegaran). Freshness ini ditunjukkan dengan kapan terakhir kali sebuah blog melakukan penambahan artikel baru.

Semakin aktif sebuah blog dalam menambahkan artikel baru, maka blog ini akan semakin disukai oleh Google dan akan menaikkan rangking SEO blog tersebut di mata Goole.

Alasan #3 : Menunjukkan Web Aktif dan Profesional

Apa yang Anda pikirkan di benak Anda jika suatu saat Anda sedang mencari suatu informasi di internet dan berakhir di sebuah blog yang memiliki artikel terakhir berusia 2 tahun lalu?

Baca juga :   Membuat Blog Yang Menghasilkan Uang Dari Internet

Yang Anda pikirkan pertama kali tentu adalah, blog tersebut kemungkinan sudah tidak diurus lagi oleh pemiliknya.

Nah, dengan melakukan penambahan artikel secara berkala dan terus-menerus, secara tidak langsung Anda sudah membuat blog Anda menjadi aktif dan lebih profesional di mata para pengunjung dan pembaca setia blog Anda.

Berapa Frekuensi Penambahan Artikel Baru Yang Disarankan?

Beberapa ahli menyarankan agar bisa menulis artikel baru dengan selang waktu sehari sekali, maksimal sehari 2 kali.

Ada juga yang berkata, menulis artikel 1 minggu sekali cukup untuk mendapatkan rangking yang bagus di mata Google.

Saran saya, sebisa mungkin menulis artikel baru sehari sekali jika tidak ada kesibukan lain. Namun, jika tidak, usahakan 1 minggu sekali blog Anda sudah ditambah artikel baru.

Berapa Panjang Artikel Blog Yang Disarankan?

Beberapa studi menunjukkan bahwa saat ini tren rangking SEO lebih menyukai artikel-artikel yang panjang. Artikel dengan jumlah kata 2.000 – 2.400 kata memiliki nilai yang lebih bagi penilaian skor rangking SEO.

Pengamatan terhadap beberapa blog terbaik di luar negeri pun menunjukkan bahwa blog-blog tersebut memang mengutamakan artikel-artikel dengan jumlah kata yang banyak.

Oleh sebab itu, sebisa mungkin, tulislah artikel blog Anda dengan mendalam dan sepanjang yang Anda bisa. Saran saya minimal menulis sebanyak 700 kata jika memang sedang kehabisan ide menulis.

DEMIKIAN, ulasan mengenai mengapa Anda harus menulis artikel blog dengan frekuensi teratur serta berapa hari sekali waktu yang terbaik untuk menambah artikel, dan juga berapa kata minimal panjang blog agar memiliki rangking SEO yang baik.

Efek PENUNDAAN Dalam Menulis Artikel

Satu hal lagi, berdasarkan pengalaman pribadi, alasan utama yang sangat mungkin menghambat upaya Anda untuk menulis artikel blog dengan frekuensi teratur adalah PENUNDAAN.

Baca juga :   Tulis Konten Artikel Yang Segar dan Bermanfaat Agar Pembaca Selalu Merindukan Blog Anda

Ya, penundaan menihilkan segala niat yang sudah Anda bangun. Bahkan, dengan segala ide tulisan yang sudah Anda miliki, ketika rasa malas itu tiba, sia-sialah semuanya.

Rasa malas sebenarnya adalah rasa enggan ketika PENUNDAAN yang Anda lakukan terhadap hal-hal yang produktif berakhir dengan kelelahan yang dialammi tubuh Anda karena melakukan banyak hal lain yang mungkin kurang produktif.

Banyak hal non-produktif yang seringkali menyita perhatian dan energi Anda sepanjang hari. Misalnya, grup Whatsapp yang aktif terus, berita-berita dari media sosial yang terus datang bertubi-tubi, godaan tontonan hiburan di Youtube, dan masih banyak lagi.

Jika Anda hendak melakukan sesuatu yang produktif, hindari hal-hal non-produktif tadi. Fokuslah pada upaya menyelesaikan prioritas-prioritas yang produktif terlebih dahulu.

Berkaitan dengan jadwal menulis artikel rutin, saya pribadi menganjurkan Anda untuk membuat jadwal menulis artikel dengan rutin sebagai bagian dari jadwal prioritas Anda.

Jika memang Anda tipe orang malam yang terbiasa bekerja produktif di malam hari ketika orang lain sudah lelap tertidur, silakan menulis artikel di jam malam tersebut.

Saya pribadi biasa menjadwalkan menulis artikel di pagi hari sebelum mendekati jam makan siang. Bagi saya ini adalah waktu di mana pikiran saya paling segar sepanjang hari.

Silakan Anda tentukan waktu yang pas dan jadwalkan waktu tersebut untuk melakukan hal-hal yang produktif bagi Anda seperti menulis artikel blog misalnya.

Selamat berjuang menulis artikel blog yang dahsyat! ^^

download ebook videobook gratis

One thought on “3 Alasan Mengapa Anda Harus Menulis Artikel Blog Dengan Frekuensi Teratur”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>