TANTANGAN SEORANG DROPSHIPPER

tantangan dropship
TANTANGAN SEORANG DROPSHIPPER

Dalam artikel Saya sebelumnya yang berjudul, “MENGAPA HARUS DROPSHIPPING” saya sudah menjelaskan alasan mengapa Anda perlu mempertimbangkan model bisnis ini. Dalam artikel tersebut saya juga sudah menjelaskan BAGAIMANA alur kerja seorang DROPSHIPPER dalam melayani sebuah order dari pelanggan.

Artikel ini akan menjelaskan langkah demi langkah strategi yang harus Anda lakukan untuk menjadi seorang DROPSHIPPER SUKSES.

Sebelum ke strategi mari kita lihat lagi tahapan model penjualan bisnis dropshipping. 9 LANGKAH model penjualan bisnis dropshipping satu produk adalah sebagai berikut, misalkan :

1. Supplier X menjual barang A dengan harga 10 ribu rupiah per barang.
2. Anda lalu membuat ”Toko A Super” yang menjual barang A dengan harga 10 ribu rupiah + profit per barang.
3. Barang A Anda dapatkan dari supplier X.
4. Seorang customer B memesan barang A dari toko Anda dan mentransfer sejumlah uang untuk membeli barang A tersebut (10 ribu rupiah + profit) ke rekening Anda.
5. Anda mengkonfirmasi penerimaan uang transfer dari customer B.
6. Anda lalu menjadi dropshipper barang A ke supplier X (meminta supplier X mengirim barang A ke customer B atas nama “Toko A Super”).
7. Anda membayar 10 ribu rupiah untuk pembelian barang tersebut kepada supplier X.
8. Supplier X akan mengirim barang A tersebut ke customer B atas nama toko Anda “Toko A Super”.
9. Anda mendapatkan penghasilan dari profit penjualan sebagai dropshipper barang A.

Hal-hal yang perlu diperhatikan :

• Jika toko Anda punya barang lebih dari satu prosesnya sama, hanya produknya saja yang berbeda.
• Sebaiknya untuk satu toko, diisi barang-barang dari satu supplier saja. Alasannya untuk mencegah terjadinya double ongkos kirim. Hal ini sangat mungkin terjadi jika Anda punya banyak produk dari berbagai supplier.

Oleh karena model bisnisnya sangat mudah dilakukan dan juga modal awalnya yang kecil, bisnis ini banyak dianjurkan untuk dipilih oleh para pebisnis online pemula.

Menarik bukan ?? Pastinya.

Ayoo RESIGN …

STOP.

Sebelum Anda mengambil keputusan untuk RESIGN, mari mengenal bagaimana menjadi dropshipper lebih dalam lagi.

Bisnis toko online dengan model dropshipping ini memang sederhana dan juga murah, tapi seperti bisnis yang lain, ini juga perlu perencanaan dan sistem yang baik agar bisa survive dalam belantara rimba persilatan bisnis online.

Saya ingin berbagi suatu kenyataan yang harus Anda hadapi untuk Anda pebisnis online pemula yang ingin terjun di bisnis online ini, “YANG MULAI BISNIS INI BANYAK , YANG BERHASIL BERTAHAN SEDIKIT, YANG SUKSES LEBIH SEDIKIT LAGI.”

Setiap peluang bisnis selalu disertai tantangan, setiap kekuatan selalu disertai kelemahan.
Mudahnya menjadi dropshipper ini, membuat banyak orang terjun di bisnis ini, dan langsung mulai berjualan.
Banyaknya dropshipper yang muncul, membuat persaingan pun jadi sengit di antara dropshipper, perang harga pun dimulai dan harga pun jadi murah. Ini bisa dilihat dari persaingan yang terjadi di MARKETPLACE, seperti TOKOPEDIA.

Di marketplace seperti tokopedia anda akan sulit bersaing dengan pedagang-pedagang besar yang sudah mulai jauh lebih dahulu, dan punya modal yang jauh lebih besar daripada Anda.

Dengan modal yang besar mereka bisa beriklan dengan budget besar, modal yang besar ini pula bisa membuat mereka mampu menjual barang di bawah harga pasar dalam jangka waktu yang lama, reputasi penjualan yang baik dan testimoni para pembeli yang sudah berhasil transaksi dalam jumlah banyak mampu memberikan rasa tenang dan percaya pada calon pembeli.

Hal-hal ini akan jadi keuntungan toko-toko besar yang sudah mulai lebih dahulu tadi.

Baca juga :   5 Jenis Trafik Berdasarkan Awareness (Kesadaran)

Lalu apakah saya yang baru mulai bisa berhasil di bisnis sebagai dropshipper ini ??

Jawabannya bisa. Tapi tentu saja Anda yang pemula tidak bisa menghadapi toko-toko besar dengan cara berjualan yang sama dengan para pedagang besar.

Jika Anda pemula dan bermodal pas-pasan, melakukan strategi-strategi para ikan kakap akan membuat Anda hidup merana.

Lalu apa TIPS dan TRIK nya untuk menjalankan bisnis dropshipping bagi pemula ??

Secara garis besar untuk menjadi seorang dropshiper, ini yang kami sarankan adalah sebagai berikut :

1. Menentukan target market / Niche (ceruk pasar) yang ingin ditarget

Mengapa target market / Niche ??
Jawabannya karena market atau pasar barang dan jasa itu luar biasa luas dan banyaknya.

Kita ambil saja contoh target market wanita di Indonesia.
Niche (ceruk pasar) yang dipilih pernak-pernik / perhiasan/ souvenir kucing.
Anggap saja jumlah wanita setengah jumlah penduduk Indonesia, ambil saja 150 juta orang.
Anda punya sebuah produk perhiasan wanita, misal kalung berbentuk kucing lucu.
Anda cuma punya tenaga, waktu, dan modal terbatas.

Bagaimana caranya dengan sumber daya terbatas itu Anda bisa menjangkau dan menawarkan ke 150 juta orang ??
Apa akan Anda datangi satu per satu ?? Sampai berapa tahun ?? Berapa ongkos transportnya ?? Apa Anda
SUPERMAN dengan dengkul super?? wkwkwkwk..

Oke sekarang Anggap saja Anda SUPERMAN dan bisa menjangkau 150 juta orang.
Pertanyaannya berapa persen dari 150 juta itu yang beli produk kalung kucing Anda ??
Apa sebanding dengan tenaga, biaya, dan waktu yang Anda keluarkan ?
Agar efisien dan efektif dalam penggunaannya, semua sumber daya itu harus fokus.

Sekarang bagaimana kalau begini ? Anda hanya menawarkan produk Anda ke wanita-wanita yang tergabung dalam
komunitas pencinta kucing di kota Anda.

Apakah mulai masuk akal dan bisa dilakukan??

Bagaimana kalau selain kalung, Anda juga tawarkan produk shampoo khusus kucing kepada mereka ? Bagaimana
peluang mereka juga membeli shampoo ? Apakah besar ?

Anda juga punya T-shirt lucu bergambar kucing. Jika Anda tawarkan juga, Apakah ada yang akan beli ?
Jumlah wanita yang tergabung dalam komunitas pencinta kucing di kota Anda mungkin tidak besar dari segi
jumlah, tapi mereka cintaaa kucing, mereka sayang kucing, kucing adalah sahabat mereka.

Dan kalau orang sudah cinta, suka, …..

Lautan kan kuseberangi, Gunung Himalaya kan kudaki ….

Penjualannya juga mungkin tidak banyak dari segi jumlah, tapi CATAT INI, bagaimana kalau mereka cocok dengan produk-produk Anda dan kemudian membeli berbagai barang di toko Anda yang khusus kucing.

Gak banyak, tapi berulang… Ya kalau dijumlah-jumlah bisa jadi banyak juga.

Persentase jumlah orang yang membeli dari jumlah orang yang ditawari produk tsb (KONVERSI PENJUALAN) BESAR.

Jadi tenaga, biaya, dan waktu yang Anda keluarkan efisien dan efektif.

Target member / anggota komunitas wanita pencinta kucing di kota Anda lebih fokus daripada seluruh wanita di Indonesia.

Selain itu keuntungan pemilihan fokus target market / niche yang lain adalah reputasi toko Anda akan lebih cepat terbangun.

Brand / merk produk Anda akan lebih cepat terkenal dalam komunitas yang lingkupnya lebih kecil.

TOKO PERHIASAN BERBENTUK KUCING akan lebih mudah dikenal daripada TOKO PERHIASAN yang tidak punya spesialisasi.

Orang akan mudah ingat pada sesuatu yang fokus. Kalau butuh perhiasan berbentuk kucing , “OH KE TOKO GARFIELD saja, toko itu jual perhiasan-perhiasan berbentuk kucing …”

2. Bangun kolam ikan / tribe Anda (kumpulkan database target market Anda)

Database (email, no telepon, WA, pin BB, Follower di twitter / youtube / LINE / Instagram (Medsos) adalah asset pasif Anda dan fondasi yang kuat untuk bisnis Anda.

Baca juga :   3 SARANA METODE JUALAN DROPSHIP

Saat Anda memulai berbisnis, Toko Anda masih belum ada pengunjungnya, belum ada penjualan, atau testimoni para pembeli yang merasakan puas atas produk dan pelayanan Anda.

Sekarang posisikan diri Anda sebagai pembeli.

Menurut Anda, apakah Anda merasa AMAN berbelanja di toko seperti itu ?

Apakah Anda percaya kalau barangnya akan dikirim ?

Inilah pentingnya membangun interaksi yang baik dengan target market Anda.

Berikan tips dan trik, hal-hal berguna untuk mereka. Jalin hubungan dua arah yang baik dengan target market Anda. Jika Anda mampu memberikan konten yang berguna untuk target market Anda, mereka pun akan memberikan tanggapan yang baik.

Tanpa adanya kedekatan akan sulit terjadi penjualan. Buat diri Anda sebagai partner dan sahabat untuk pembeli Anda.

3. Cari tahu apa yang dibutuhkan, diimpikan, ditakutkan oleh target market Anda tersebut

Sun Tzu, seorang ahli strategi perang dari Cina kuno pernah berkata “Kenali diri Anda dan musuh Anda, maka Anda tidak akan terkalahkan dalam 100 pertempuran.

Jika Anda hanya mengenal diri Anda, untuk setiap satu pertempuran yang Anda menangkan, Anda akan mengalami satu kekalahan. Jika Anda tidak memahami diri Anda dan musuh Anda yang ada hanyalah kehancuran. ”

Petuah bijak ini masih berlaku sekian ratus tahun kemudian di jaman modern ini.

Mengenal diri sendiri dalam dunia bisnis online bisa dipahami sebagai mengenal dengan baik segala kelebihan dan kekurangan produk Anda.

Apa kekuatan Anda dan kekurangan Anda sebagai seorang pebisnis online.

Tidak ada yang namanya superman yang ada adalah super team.

Anda tidak mungkin kuat di segala segi, Anda mungkin kuat dalam sisi riset produk yang laku dijual, tapi mungkin kurang kuat dalam copywriting atau menulis konten.

Anda jago jualan, tapi mungkin gaptek dalam IT.

Sedangkan mengenal musuh Anda bisa diartikan dari dua sisi.

Sisi pertama, Anda mengenal dengan baik pasar Anda.
Target market Anda, Anda paham segala kebutuhan, keinginan, ketakutan, dan mimpi mereka.
Dari sini Anda bisa punya ide apa yang harus Anda jual kepada mereka.

Sisi kedua, Anda mengenal kompetitor Anda.
Kompetitor Anda juga manusia, punya kekuatan dan kelemahan.
Dengan memahami kompetitor Anda dengan baik, Anda bisa punya sesuatu spesial , yang BEDA, yang bisa Anda tawarkan pada target market Anda.

Jika Anda cuma paham produk / perusahaan Anda, buta keinginan pasar, bisa jadi produk Anda tidak terjual.
Jika Anda hanya mengerti kebutuhan market, tapi tidak memahami seberapa baik kualitas produk Anda, bisa jadi saat mereka membeli mereka kecewa, dan tidak mau membeli dari Anda lagi.
Jika Anda hanya mengerti perusahaan dan produk Anda, tanpa memahami kelebihan dan kekuatan kompetitor Anda. Anda bisa saja bangkrut dengan cepat.

Misal : Anda memakai cara promosi yang sama dengan perusahaan besar yang punya pundi-pundi uang luar biasa banyak, hasilnya mati konyol. uang modal Anda akan tergerus biaya iklan.

4. Tawarkan solusi (dalam bentuk produk dan jasa) untuk kebutuhan, mimpi, atau ketakutan mereka tersebut

Dengan pemahaman yang baik terhadap target market Anda, Anda bisa mendapatkan berbagai ide produk atau jasa untuk dijual. Di sinilah Anda bisa berjualan.

Buatlah penawaran terbaik untuk calon pembeli Anda.

5. Mencari traffic / keramaian .

Di manakah tempat berjualan yang paling baik ??

Baca juga :   TRIK MENCARI IDE PRODUK DAN MEMBUAT RENCANA BISNIS SEDERHANA

Di tempat yang ramai atau di tempat yang sepi ??

Ya jelas sekali jawabannya adalah di tempat yang ramai.

Tempat ramai adalah suatu tempat di mana orang-orang berkumpul dan menghabiskan waktu.

Oleh karena itu, sekali lagi pemahaman tentang target market Anda jadi sangat penting.
Anda harus tahu di mana target market Anda berkumpul / hanging out.

Karena kita membahas bisnis online, ada beberapa tempat yang bisa jadi alternatif tempat jualan :

1) Mesin pencari

Di masa ini orang lari ke mesin pencari saat mencari solusi atas permasalahan yang mereka hadapi.
Mereka akan mencari informasi di Google atau Yahoo dengan mengetikkan kata kunci. Banyak orang yang menggunakan mesin pencari setiap harinya.
Dengan memahami permasalahan, produk, atau jasa yang biasa dicari target market Anda di mesin pencari, Anda punya kesempatan untuk bisa berjualan. Anda harus mengetahui apa kata kunci yang biasa digunakan target market Anda untuk mencari suatu produk atau jasa.
Arahkan target market Anda ke artikel di blog Anda, atau produk-produk di toko online Anda lewat mesin pencari ini.

2) Marketplace

Marketplace adalah pasar di dunia online. Sebagai contoh : Tokopedia, Bukalapak, Shoppee, LAZADA, dll.
Di marketplace Anda bisa menemukan dan berjualan berbagai macam barang.
Anda harus tahu di marketplace mana biasanya target market Anda membeli atau mencari produk. Berjualanlah di sana.

3) Media sosial

Media sosial tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia di abad ini.
Facebook, twitter, Youtube, Instagram, Google plus, dsbnya sudah jadi kebutuhan saat ini. Banyak orang ada dan aktif di sosial media.
Sekali lagi kalau ada banyak orang itu artinya ada kesempatan untuk berjualan.
Anda harus bisa mengetahui di media sosial mana kira-kira target market Anda ini aktif.
Lebih bagus lagi buatlah kolam di berbagai media sosial untuk target market Anda.
Dengan memahami itu, konversi penjualan Anda akan lebih tinggi.

6. Lakukan transaksi dengan menjadi dropshipper. Di tahap ini Anda melakukan 9 LANGKAH model penjualan bisnis dropshipping.

7. After SALES service. Kontak pelanggan Anda, mintalah TESTIMONI mereka, pengalaman mereka dalam menggunakan produk Anda. Mintalah kritik, saran, dan masukan untuk perbaikan pelayanan Anda ke depannya.

8. UPSELL. Tawarkan produk Anda yang lain, yang mungkin berguna untuk customer Anda.
Siapa tahu mereka tertarik membelinya juga, tawarkan paket harga menarik jika mereka membeli beberapa barang.
Kalau Anda tidak tawarkan mereka tidak tahu Anda punya produk atau paket penawaran yang lain.
Penjualan CD musik Agnes Monica terbesar adalah dari KFC, mengapa ? Ya, karena di KFC, setiap akan membayar customer ditawari CD Agnes Monica. He he he.

9. Tes dan kembangkan bisnis Anda. Senantiasa lakukan tes untuk memahami apa yang berhasil dan apa yang tidak berhasil dalam bisnis Anda. Anda bisa melakukan tes untuk penentuan produk, target market, cara beriklan yang baik, desain iklan, desain landing page, dan sebagainya. Saat bisnis Anda sudah mulai berjalan dengan baik, coba kembangkan ke tingkat selanjutnya, target yang baru dan lebih tinggi.

Sekian beberapa tips dan trik MANTAP untuk Anda di artikel ini.

Sampai ketemu di artikel dan topik seru yang lain.

download ebook videobook gratis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>